Sunday, April 02, 2006

MantaN (Bagian 1)

Malam takdir kah?!?!

Si cowo rumahnya jauh dari grocery store itu, dia pun jarang2 maen ke daerah tempat grocery store itu berada, apalagi belanja kesana tengah malam...

Si cewe rumahnya cuma sebelahan sama grocery store itu, tapi dia ga pernah berpikiran akan pernah berbelanja tengah malam disana, biarpun tetangga-an. Si cewe lg ga ada plan sama sekali buat belanja bahan2 makanan dsb malam itu, dia baru pulang clubbing and cape sekali, pengen langsung tidur aja begitu sampai rumah. Salah satu temen-nya ngajak, ato boleh dikatakan, rada memaksa si cewe ini, untuk temani berbelanja tengah malam, dimana kedua baru pulang dugem dan dalam keadaan setengah teler.

Pertemuan itu pun terjadi...

Menurut si cowo, dia membuntuti cewe itu hampir setengah jam. Sementara si cewe jalan ngalor ngidul temanin temen-nya yg malam itu lage lemot sekali memilih barang2 yg akan dibeli, maklumm dibawah pengaruh alkohol yg habis diminum. Pada saat si cewe lagi temanin temennya membayar belanjaan di kasir, si cowo tiba2 menghampiri, memberi secarik kertas bekas bon belanjaannya, dimana di belakangnya tertulis no hp cowo itu, dan meminta si cewe meneleponnya.

Si cewe menyimpan kertas bon " no telepon" itu didompetnya, lalu pulang rumah dan langsung pulas tertidur, tanpa begitu mengingat kejadian di supermarket.

Beberapa hari pun berlalu, sampai di satu saat si cewe tiba2 pengen membersihkan isi dompetnya, dari bon2 makanan, bon2 kredit card dsb, dan lalu menemukan secarik kertas yg pada saat itu, masih merupakan sebuah misteri *maklum, bener2 ga inget!*

Si cewe iseng2 menelepon nomor yang tertulis, karena bingung, bagaimana kertas bon " no telepon" itu bisa terselip diantara uang2nya. Si cowo menjawab telepon, dan mulailah, conversation selama hampir 2 jam yg penuh dengan perkenalan dan tawa....

Yah begitulah cara saya ketemu dengan mantan saya yg dulu dan kejadian ini berlangsung sewaktu saya masih kuliah di states. Namanya Anglo dan biar mudah, aku akan memperpendek namanya dan menyebutnya si A. A ini keturunan 1/4 India, 1/4 bule American, 1/2 Italiano dan dia bukan benar2 berasal dari kota dimana saya belajar dulu. Kota tempat dia tinggal jaraknya kira2 3 jam drive dari tempat saya dan dia baru pindah beberapa minggu buat kuliah di kota saya.

Okay, cukup intronya...aku lanjutin dulu ceritanya hehe

Beberapa hari setelah percakapan telepon yg pertama, kita buat janji untuk bertemu di satu cafe karena jujur, waktu itu saya uda bener2 tidak ingat lagi, mukanya seperti apa, apakah kita sempat bertatap muka langsung dan beradu mata saat belanja malam itu.

Kita ketemu, menjadi lebih dekat dan ga lama habis itu, kita mulai pacaran. Semuanya berasa magical... Aku ga tau, apakah dulu memang aku selalu bernasib jelek kalo ketemu cowo, sehingga setiap pacaran, lebih banyak tangisan dan sakit di hati yg aku dapat ATAUKAH pada saat itu, dia memanglah salah seorang cowo, yg sudah Tuhan ciptakan buat benar2 mengerti dan menyayangi aku.

Kita selalu bersama2, kita pergi ke kampus tiap pagi, dan saling menunggu jika ada salah satu dari kita yg harus mengikuti kelas sampai malam. Aku temanin dia ke tempat kerja part-timenya, menunggu di salah satu cafe ato bookstore dekat tempat kerjanya sambil membaca buku. Kita masak bareng2, cuci piring bareng2, yah kalo bisa aku ngomong, uda seperti sepasang suami istri yg saling berbagi tugas dalam melakukan house chores dirumah setiap hari. Aku dulu paling senang, kalo dia pagi2 diam2 datang ke rumah aku, dibukakan pintunya oleh roomate ku. Dia bakalan masak breakfast yg benar2 enak *dia dulu pernah kerja di resto italian om-nya bbrp thn yg lalu* dan sewaktu aku bangun, sudah tercium aroma teh yg disiapkan-nya, bersama dengan harum french toast yg dimasaknya dan breakfast in bed sama setangkai bunga mawar sudah menunggu aku diranjangku...

Hanya satu hal yg mengganjal di hati, aku sama sekali ngga berani ngaku ke ortu saat itu, kalo aku sudah punya pacar dan pacar-ku bule. Setiap ortu-ku tiba2 telp ke rumah, dan kalo kebetulan A yg angkat, aku yg akan panik sekali dan langsung menyebutkan alasan seperti, sedang ada group work dirumah-ku. Ortu-ku bisa dikatakan sangat kolot, dan didalam pikiranku sewaktu itu, mereka yg dengan pasti tanpa basa basi dan mikir panjang, akan langsung mengatakan big NO NO terhadap hubungan berbeda ras seperti di kasus ku

Yah begitulah hari-hari kehidupanku dengan dia selama setahun... selalu bersama... banyak senang dan tertawa. Tentu saja, pasti ada juga cek-cok dan acara tangis2an.. namanya juga orang berpacaran. Tapi, kita selalu bisa mengatasi masalah2 yg timbul dan kalopun habis bertengkar, rasanya cinta kita jadi bertambah lipat setelah kita baikan kembali...

Saat Christmas kami yg pertama, aku ngotot2an tidak mau pulang ke Jakarta *waktu itu aku masih tinggal sana*, sedangkan ortu aku sebenarnya mengharuskan aku pulang ke Indonesia tiap akhir tahun. Tidak tahu apakah mulai dari sini mereka curiga saya ada ngapa2in di states, ataukah mereka curiga karena sudah bisa terhitung beberapa kali mereka menelepon, ada seorang cowo yg tidak bisa bahasa Indonesia, yg mengangkat telp.

Akhirnya bulan Juni 2001, aku dipaksa pulang ke Singapore oleh ortu ku. Saat itu, nyokap aku uda tinggal juga di sgp, ngurusin adik-adik ku yg bersekolah disana. Ya sudah, aku pulang balek ke Singapore ditemanin oleh A, yg katanya waktu itu, mau nemanin aku dan juga mau sekalian jalan2 balik ke Asia *dia belon pernah ke sgp, cuman pernah ke India untuk ngunjungi neneknya*.

Sampai di sgp, mulailah semua mimpi buruk itu terjadi. Waktu aku baru sampai sih, hanya ada adik2ku dan nyokap-ku di sana dan sepertinya, nyokap menunggu hingga bokap datang dulu dari Indonesia, baru mau mulai menginterogasi-ku dan si A. Ketika ortu sudah lengkap *maksudnya bokap dah sampe*, aku dan A habis2an dipojokkan, dimana A disuruh langsung balik ke states secepatnya, dan menyuruh adik saya membook tiket pertama yg available untuk dia pulank ke amrik.
Memang, pada saat itu, A tinggal rumah saya karena, saya sudah 2 tahunan ga balik ke sgp dan bingunk mo nyari hotel yg murah dimana untuk dia, maklum lah waktu itu dia juga masih kuliah dan uangnya dapat dari kerjaan part-time dia, dimana banyak uang udah dihabiskan buat beli tiket, kan aku ga tega suruh dia tinggal di hotel dan ngeluarin ekstra biaya lagi.

Ortu aku bilang aku sudah pasti dipelet sama dia, karena bisa2nya sampai jatuh cinta sama bule. Aku yg ngotot bilang bukan dipelet, malah dipojokan habis2an dan dibilang, belum dewasa lah, masih tidak ngerti apa2 lah... dll dll

Ya sudah, dia balik ke amrik kira2 satu minggu kemudian... selama itu, aku bolak balik pulang jkt sgp, walau bisa dibilang, kebanyakan dari waktu itu, aku habiskan di sgp. Aku yg mayan shock melihat perlakuan ortu aku kepada kami berdua, terutama pada A, jadi mendapat stres dan agak depresi. Aku menjadi pasien tetap salah satu psikiater di negara singa dan diberi obat yg membuat otak aku tenang dan tidak berbuat hal2 yg bodoh seperti menangis histeris atau tiba2 lari kabur dari rumah, ketika aku teringat lagi sama mantan-ku. Selama itu, aku dan mantan-ku berhubungan diam2 melalui imel atau kadang2 aku turun ke telp umum di mall bawah condominium-ku , untuk menelpon dia, karena setiap dia tlp ke rumah aku, selalu ditutup oleh nyokap atau adik-ku.

Dia imel, bilang dia mau datang bulan september nanti, untuk sama2 dengan aku merayakan hari ultah-ku. Lalu dia juga bilang, dia mau pindah ke sgp, mencari kost dan sekolah swasta dimana dia bisa men-transfer kelas2 yang sudah dia ambil, sehingga bisa terus di sgp menemani aku lagi. Aku bener2 bahagia banged pas melihat ketikan imel dia ini.

Secara diam2, aku mencoba cari-kan satu kamar kost yg murah untuk dia sambil bertanya2 pada satu om2 di condo ku, yg bisa dibilang selalu ngobrol bareng aku. Dia memang sering ngobrol juga dengan nyokap, tapi lebih dekat sama aku, soalnya kita suka maen tenis meja bareng2. Ehh tau2nya dia malah cerita ke nyokap aku, kalo mantan aku yg bule mo datang dan pindah ke sgp dan dia diminta tolong aku buat nyari tmpt tinggal. Aku dimaki habis2an oleh nyokap, karena dulu sewaktu A pulank ke amrik, aku ngaku ke ortu kalo sudah putus dengannya, supaya tidak selalu dipojok2an lagi. Aku diam saja waktu nyokap nanya kapan dia mau datang, dan karena nyokap ngga tau, nyokap lumayan lebih sering mengontrol aku, mengharuskan aku ada dirumah terus.

Aku langsung ga pernah ngomong apa2 lagi ke si om bawel itu, juga ga ngomonk kapan kira2 mantan aku akan datang. Sampai sekarang aku masih nyesal banget kenapa harus minta tolong sama om itu, kenapa bisa percaya dengan om itu dan minta dia untuk tutup mulut, tanpa mengenal dia lebih jauh... buktinya dia telah khianati aku.

Mantan ku yg mau datang sebelum hari ultah-ku, tiba2 harus menunda kedatangannya karena ada beberapa masalah yg harus dia selesaikan disana. Aku sih ngga papa, yg penting dia datang, begitu saja pikirku..

Tidak lama, peristiwa 9/11 WTC itu terjadi. Jujur, saat itu aku takut banget soalnya sempat terpikir olehku, bisa saja pihak yg menge-bom tidak hanya berencana untuk bomb kota NY dan menghancurkan gedung Twin towers, tapi juga berencana untuk mem boikot penerbangan2 lainnya. Aku email dia dan meminta dia tidak datang duluan, karena peristiwa itu masih hot hotnya dan di pikiranku, naik pesawat pada saat itu sangatlah beresiko. Dia cuek aja dan tetap bersikeras datang, apalagi waktu itu dia harus melewati Newark yg lumayan dekat dengan NY.

AKu deg2an sekali menungggu kabar kedatangannya... Dia tidak bisa menelpon ku dan sewaktu itu, aku yg tidak diberikan hp di sgp, hanya bisa berhubungan dengannya via imel. Lega sekali hatiku ketika 20an jam sesudah imel dia yg terakhir, dia imel aku lagi dan mengatakan telah sampai di taiwan dan sedang transit untuk beberapa jam, sebelum terbang lagi ke sgp. Sewaktu itu, aku diam2 mengambil hp lama adik-ku yg sudah tidak dipakainya dan membeli kartu sim isi-ulang, supaya mempermudah dia men-contact ku, kalau dia sudah sampai di sgp. Aku langsung meng-imel dia no hp-ku, karena dia sudah bilang kalau dia akan ke net cafe di changi airport, begitu dia mendarat, untuk mengecek imelku...

Senangg banget waktu mendapat tlp dari A, dia mendarat dengan selamat di sgp, sekitar jam 8 pagi waktu itu. Aku yg sudah kangen banged, langsung berteriak kesenengan, sewaktu dia bilang, dia akan langsung dapat menjemput ku dari airport, sebelum dia check in ke hotel. AKu buru2 ganti baju dan menunggu dia di depan bangunan condo ku...

Kami langsung ke hotel-nya, sesudah dia mandi dan bertukar pakaian (maklum, habis makai baju yg sama selama puluhan jam di plane tanpa bisa mandi), kita langsung keluar jalan2 dan menghabiskan waktu sampai malam. Pulang2, langsung deh aku dimaki2 habis2an sama nyokap, disuruh ngga boleh pergi2 lagi dan dia tau aku pergi dengan siapa. Memang aku salah, karena bisa dikatakan, aku kabur tanpa pamit dari rumah kemaren pagi pas dijemput.

Aku cerita ke mantan-ku dan besok paginya, dia datang ke rumah sambil membawa bunga untuk nyokap, yg sama sekali tidak digubris nyokap. Aku ga dikasih pergi2 ataupun berbicara sama dia sama sekali, dan dia langsung diusir pulang dengan sangat tidak sopan sama nyokap.

Aku hanya bisa ketemu mantan-ku dua hari waktu itu, hari pertama pas dia baru sampai ke sgp, dan hari kedua dimana dia datang ke rumah dan langsung diusir pulang dalam hitungan menit... sejak itu, aku ga pernah lagi ketemu dia =((.

Hari ketiga, aku berencana mau kabur lagi dari rumah buat ketemuin dia, tapi nyokap lebih cepat satu langkah. Pagi2, aku udah dipaksanya buat siap2 ke bandara, dan kita langsung terbang balik ke Jakarta, karena nyokap tau, mantan-ku yg buta bahasa Indonesia, ga mungkin nekat mau nyusul ke Jakarta, apalagi saya, satu2nya informan dia buat kota Jakarta, sudah tentu tidak akan diberikan hp ataupun bisa menggunakan telepon/ komputer untuk menghubungi dia...

.....

*masih panjank ceritanya kalo ke bagian dimana dia meninggal. Saya sambung besok!! dah jam 3:30 pagi neh!!! *

12 comments:

MeL said...

yuul, ceritanya koq awalnya udah sedih2 gini sih.. *wipes tears off face*

btw, hepi sunday. makasih ya commentnya. hehehe. :)

Hendri Bun said...

Wah ... ndak sabaran tunggu kelanjutannya :)

Btw, bisa jadi skenario neh, trus tawarin ke produser2 ... pasti laku ...

Jeng Ungu said...

mel: wakaak sorri kalo sedih, cman mo sharing2 aja beberapa piece dari masalalu ku yg bisa dikategorikan mayan kelam... yg pentink skrg smua uda okay kan.. walah kan saya uda warning dulu2, bawa sekotak tissue, sebaskom gede popcorn dan coca cola 3 liter kwakaakak

Jeng Ungu said...

hendri: pegangannn...sambungannya lebih panjank lage hihi... walah, kalo jadi skenario, tar ortu gua pada tau, mending kita diam2saja.com

Innuendo said...

yul, wah bo-nyok strict banget ya...if i were you, gak tau deh yul....mungkin udah minggat and cari kerja hihihi

Jeng Ungu said...

huahuahu...gua juga smpt mikir sih ituh, tapi mo gmana lage, passport disimpen, statusnya turis di sgp, skolah lum tamat.. satu2nya kerja yg bisa dilakukan cman jadi gelandangan =P

Hide said...

*makan sandwich sekalian ama tissuenya*

pueh pueh *nglepeh tissue*

buset postingan ini ngalahin rekor postingan Melbourne gw wakaka

Gak sabar continue ke bag 2.

Sama ama ponakanku ternyata nasibmu

Jeng Ungu said...

geblek loe wen huahuahua... brp gulung tissue yg ketelen ?? =P ... iya, kaya si meme yah

Dhonatneth said...

lahhh gw bacanya kebalek, baca bagian akhir dulu baru balik ke bagian pertama, tapi ngak apa deh, masih nyambung kok... *sobbing*... *sobbing lagi*

Jeng Ungu said...

wakakaka... aduh dhona, klo yg ini gua ga temenin nangis lage deh... ketawa gua baca koment loe yg ini hihi.

Xty said...

kasian non, kok bisa gitu yah? kalo it happened to me, mungkin udah mati sakit dada kali "hiks".
Nyokap gue malah tanya gue, "gimana kabar bule loe kris?"
no offense yah.....feel so sorry for that :((

Jeng Ungu said...

hehehe amin i've moved on and found another love, jeng.

weits, emak dikaw asik ya hehehe!1 *no worries, im not the least offended =))*